BANDUNG, BeritaPajak.com — Komunitas Keluarga Alumni Pajak Jurangmangu atau Kekal Jurangmangu menggelar acara syukuran purnabakti bagi Gunung Herminto Siswantoro dan Yuddi Hariyanto, Selasa, 13 Januari 2026.
Gunung merupakan purnabakti Kepala KPP Pratama Soreang, sedangkan Yuddi merupakan purnabakti Kepala KPP Pratama Tasikmalaya. Kegiatan berlangsung di Laneo Cafe & Eatery, Bandung, dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.
Acara tersebut dihadiri Ketua Kekal Jurangmangu, Tubagus Sofiuddin, yang juga menjabat sebagai Kepala KPP Pratama Bojonagara, bersama sejumlah anggota dan alumni komunitas pajak Jurangmangu.
Syukuran menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memberikan penghargaan atas pengabdian panjang kedua insan pajak tersebut. Selain menjalankan tugas sebagai pimpinan kantor pajak, keduanya dinilai telah memberikan teladan mengenai profesionalisme, integritas, dan pelayanan kepada masyarakat.
Purnabakti Bukan Akhir Pengabdian
Dalam sambutannya, Tubagus menegaskan bahwa berakhirnya masa dinas tidak berarti berakhir pula kontribusi seseorang kepada institusi dan masyarakat.
“Purnabakti adalah akhir masa dinas, tetapi bukan akhir pengabdian. Nilai dan pengalaman para senior tetap menjadi rujukan bagi kami yang masih aktif,” ujar Tubagus.
Menurutnya, pengalaman para purnabakti tetap memiliki nilai penting bagi generasi penerus. Pengetahuan yang diperoleh selama bertugas dapat menjadi sumber pembelajaran, terutama dalam menghadapi dinamika administrasi perpajakan dan perubahan pola pelayanan kepada Wajib Pajak.
Gunung dan Yuddi dikenal sebagai pimpinan yang mengedepankan profesionalisme serta pendekatan humanis dalam pelayanan perpajakan. Selama memimpin KPP, keduanya turut berperan dalam memperkuat kepatuhan Wajib Pajak dan mendorong fungsi edukatif kantor pajak di wilayah kerjanya.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa pelayanan perpajakan tidak hanya berkaitan dengan administrasi dan penerimaan negara. Interaksi yang terbuka, edukatif, dan menghargai Wajib Pajak juga menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi perpajakan.
Gunung menyampaikan rasa syukur atas kebersamaan yang terjalin sepanjang masa dinasnya. Ia menilai setiap pencapaian tidak dapat dipisahkan dari dukungan tim dan lingkungan kerja.
“Kami bekerja bukan sendiri, tetapi sebagai bagian dari tim dan keluarga besar pajak. Kebersamaan inilah yang paling kami kenang,” ungkap Gunung.
Menjaga Silaturahmi Lintas Generasi
Senada dengan Gunung, Yuddi menekankan pentingnya menjaga hubungan setelah memasuki masa pensiun. Menurutnya, silaturahmi dapat menjadi ruang untuk terus berbagi pengetahuan dan pengalaman.
“Pensiun bukan berarti putus hubungan. Justru di sinilah ruang untuk terus berbagi pengalaman dan memberi manfaat,” kata Yuddi.
Bagi Kekal Jurangmangu, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi seremoni pelepasan. Syukuran juga menegaskan peran komunitas sebagai wadah kebersamaan lintas generasi bagi alumni dan insan pajak.
Komunitas diharapkan dapat terus menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, menjaga hubungan kekeluargaan, serta mewariskan nilai integritas dan pengabdian kepada generasi berikutnya.
Kehadiran para senior juga dapat memperkuat proses pembelajaran informal di lingkungan komunitas. Pengalaman mereka dalam memimpin organisasi, melayani masyarakat, dan menghadapi berbagai persoalan perpajakan dapat menjadi bekal bagi anggota yang masih aktif bertugas.
Melalui kegiatan ini, Kekal Jurangmangu menegaskan bahwa nilai pengabdian tidak berhenti ketika masa jabatan berakhir. Pengalaman, keteladanan, dan semangat pelayanan tetap dapat memberikan manfaat bagi institusi, komunitas, dan masyarakat.
Syukuran tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa hubungan yang terbentuk selama menjalankan tugas tidak hanya bersifat profesional. Kebersamaan yang terpelihara setelah purnabakti menjadi bagian penting dalam menjaga solidaritas dan kesinambungan nilai di lingkungan insan pajak.











