PANGANDARAN, BeritaPajak.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Siliwangi, melaksanakan edukasi perpajakan melalui program Gerakan Cerdas Persiapan Pajak Desa atau GERCEP PAJAK DESA.
Kegiatan yang dilaksanakan di Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Kamis (25/6/2026), tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman sekaligus kesiapan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
Sebanyak 30 peserta yang terdiri atas anggota Tim Penggerak PKK dan masyarakat Desa Selasari mengikuti kegiatan tersebut. Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Siliwangi menghadirkan Andri Arif, Dwiyan Al Rasyid, dan Wildan Dwi Darmawan sebagai pemateri.
Melalui pendekatan edukatif dan interaktif, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya pajak daerah sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik. Materi difokuskan pada Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Selain menyampaikan materi perpajakan, tim pengabdian memperkenalkan inovasi bernama “Pentungan Pajak”. Media tabungan sederhana tersebut dirancang untuk membantu masyarakat menyisihkan sebagian penghasilannya secara bertahap sebagai persiapan membayar pajak ketika jatuh tempo.
Sebagai bentuk implementasi program, Tim Pengabdian Universitas Siliwangi membagikan Pentungan Pajak kepada para peserta. Media tersebut tidak hanya berfungsi sebagai sarana menabung, tetapi juga menjadi alat edukasi untuk membangun kebiasaan pengelolaan keuangan yang lebih baik di lingkungan masyarakat.
Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat, Andri Arif, menjelaskan bahwa program GERCEP PAJAK DESA tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai perpajakan. Program tersebut juga dirancang untuk menanamkan budaya disiplin dalam mempersiapkan pembayaran pajak.
“Pentungan Pajak ini merupakan bentuk komitmen masyarakat untuk menjadi warga negara yang patuh. Kami ingin mengajak masyarakat mulai membangun kebiasaan menabung sedikit demi sedikit,” ujar Andri.
Menurutnya, kebiasaan tersebut dapat membantu masyarakat agar pembayaran pajak tidak lagi dianggap sebagai beban ketika jatuh tempo.
“Pembayaran pajak diharapkan menjadi bagian dari tanggung jawab sebagai warga negara yang baik,” lanjutnya.
Kegiatan berlangsung aktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab. Para peserta menyampaikan sejumlah kendala yang selama ini mereka hadapi ketika memenuhi kewajiban perpajakan. Mereka juga memperoleh penjelasan mengenai prosedur pembayaran pajak dan pemanfaatan layanan pembayaran pajak secara digital.
Perwakilan Tim Penggerak PKK Desa Selasari mengapresiasi inovasi yang diperkenalkan oleh Tim Pengabdian Universitas Siliwangi. Pentungan Pajak dinilai mudah diterapkan karena menggunakan pendekatan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Universitas Siliwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Program tersebut menggabungkan edukasi perpajakan dengan inovasi yang aplikatif dan dapat langsung digunakan oleh warga.
Program GERCEP PAJAK DESA diharapkan dapat menjadi model edukasi perpajakan berbasis masyarakat yang bisa diterapkan di desa-desa lainnya. Penerapan program secara berkelanjutan diharapkan mampu meningkatkan literasi perpajakan, membangun kebiasaan mempersiapkan pembayaran pajak, dan mendorong kepatuhan wajib pajak.
Pada akhirnya, peningkatan kepatuhan masyarakat dapat mendukung optimalisasi penerimaan pajak daerah yang digunakan untuk membiayai pembangunan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.









