Agus Puji Priyono
BeritaPajak.com-Bandung. Rapat Kerja Pengurus IAI Wilayah Jawa Barat Tahun 2026 menjadi momentum strategis untuk memantapkan konsolidasi dan arah program kerja organisasi hingga 2027. Kegiatan yang dirangkaikan dengan silaturahmi serta buka bersama keluarga besar IAI Jawa Barat ini diselenggarakan di El Hotel, Jumat (28/2/2026).
Rapat Kerja dibuka oleh Ketua IAI Wilayah Jawa Barat periode 2023–2027, Prima Yusi Sari. Dalam sambutannya menekankan pentingnya komitmen seluruh pengurus dalam menuntaskan program kerja yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi anggota serta pemangku kepentingan profesi akuntan. Menurutnya, program kerja IAI Jawa Barat harus dirancang secara berkelanjutan, adaptif terhadap dinamika regulasi dan perkembangan teknologi, serta mampu memperkuat peran strategis akuntan di era transformasi digital. Kolaborasi lintas bidang juga menjadi kunci agar program dapat berjalan efektif hingga akhir masa kepengurusan 2027.
Arahan strategis turut disampaikan oleh Dewan Penasihat IAI Jawa Barat, Prof. Dr. Ilya Avianti. Ia mengingatkan bahwa tantangan profesi akuntan di era modern tidak hanya terletak pada penguasaan kompetensi teknis, tetapi juga pada penguatan etika profesi. “Di tengah pesatnya pemanfaatan artificial intelligence, akuntan harus menjaga kualitas tata kelola melalui prinsip check and balance agar teknologi menjadi alat bantu, bukan pengganti pertimbangan profesional,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Bidang Akuntan Perpajakan, Sony Devano, memaparkan Program Kerja Bidang Akuntan Perpajakan yang mengusung penerapan Knowledge Management System (KMS) berbasis model SECI (Socialization, Externalization, Combination, Internalization) atau Spiral Knowledge yang dikembangkan oleh Ikujiro Nonaka (1990) dan Hirotaka Takeuchi (1995). Model ini bertujuan memastikan pengetahuan yang dihasilkan dari berbagai kegiatan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi terdokumentasi, terkelola, dan berkelanjutan.
Tahap Socialization diwujudkan melalui seminar dan forum diskusi perpajakan, yang kemudian didokumentasikan pada tahap Externalization dalam bentuk video edukasi dan publikasi artikel di media siber. Selanjutnya, pada tahap Combination, pengetahuan tersebut dikembangkan menjadi jurnal penelitian perpajakan, sementara tahap Internalization diwujudkan melalui penyusunan buku perpajakan sebagai referensi pembelajaran bagi anggota.
Program kerja ini didukung oleh Tim Bidang Akuntan Perpajakan yang terdiri atas Wakil Ketua Agus Puji Priyono serta anggota Tedy, Diana Sari, Vitra Yozi, Reko Anjariadi, dan Saskia Salmana. Dengan dukungan tim yang solid, penerapan KMS diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengetahuan, profesionalisme, serta kontribusi akuntan perpajakan dalam mendukung pembangunan dan tata kelola yang berkelanjutan.
Editor: Vitra Yozi






