BANDUNG, BeritaPajak.com — Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran (FEB Unpad) menyelenggarakan “Workshop Integrasi Tools AI untuk Riset Akuntansi” pada Kamis (8/10/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas penelitian dan mutu publikasi ilmiah di lingkungan FEB Unpad. Sebanyak 25 dosen mengikuti kegiatan yang berlangsung di Gedung Pertamina Lantai 2 pada pukul 10.00–12.00 WIB.
Panitia mengemas kegiatan dalam bentuk praktik langsung atau hands-on. Melalui pendekatan tersebut, peserta tidak hanya mempelajari konsep pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), tetapi juga mempraktikkan penggunaannya dalam proses penelitian.
Kepala Departemen Akuntansi FEB Unpad Dr. Dini Rosdini, S.E., Ak., M.Ak. membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Dini mengapresiasi antusiasme para dosen yang mengikuti workshop.
Selain itu, Dini menekankan pentingnya penguasaan teknologi mutakhir sebagai langkah strategis untuk memperkuat metodologi dan relevansi riset akuntansi pada era transformasi digital.
Perkuat Relevansi Riset
Dr. Arie Pratama, S.E., M.Ak. hadir sebagai pemateri utama. Ia menjelaskan perubahan paradigma penelitian sebelum dan setelah kehadiran AI.
Menurut Arie, peneliti dapat memanfaatkan AI untuk mempercepat berbagai pekerjaan yang memiliki pola berulang. Misalnya, AI dapat membantu peneliti memetakan topik, menyusun variabel, menata informasi, dan merapikan alur argumentasi sesuai template jurnal.
“AI sangat bermanfaat untuk mempercepat pekerjaan riset yang memiliki pola berulang, seperti membantu memetakan topik, menyusun variabel, hingga merapikan alur argumentasi sesuai template jurnal,” ujar Arie.
Namun, Arie menegaskan bahwa AI tidak dapat menggantikan tanggung jawab akademik peneliti. Peneliti tetap harus mengendalikan setiap keputusan penting dalam proses penelitian.
Keputusan tersebut meliputi penentuan pertanyaan penelitian, pemilihan metode, verifikasi dasar teori, pemeriksaan sumber, dan interpretasi model empiris. Oleh karena itu, peneliti tidak dapat menerima hasil keluaran AI tanpa melakukan evaluasi secara kritis.
Selain mempercepat pekerjaan, AI juga membawa risiko berupa informasi keliru, referensi palsu, dan argumentasi yang tidak sesuai dengan konteks penelitian. Karena itu, peneliti tetap memegang tanggung jawab penuh atas akurasi, integritas, dan kualitas hasil penelitiannya.
Dengan demikian, peserta perlu menempatkan AI sebagai alat bantu penelitian. Teknologi tersebut mendukung kemampuan peneliti, tetapi tidak menggantikan penalaran ilmiah dan pertimbangan profesional.
Praktikkan Pengolahan Data
Panitia merancang sesi berikutnya dalam bentuk praktik pengolahan data statistik. Karena itu, peserta membawa laptop dan langsung menggunakan perangkat lunak EViews serta SPSS.
Dalam sesi tersebut, Arie membimbing peserta menarik data sekunder dari sumber resmi melalui script pemrograman. Peserta antara lain mempelajari pengambilan data laporan keuangan melalui SEC EDGAR dan data ekonomi melalui World Bank API.
Selanjutnya, peserta mempraktikkan pemeriksaan validitas data dan analisis regresi. Latihan tersebut membantu peserta memahami hubungan antara sumber data, proses pengolahan, model statistik, dan interpretasi hasil penelitian.
Arie juga membahas etika penggunaan AI dalam publikasi ilmiah. Peneliti perlu mengungkapkan penggunaan AI secara transparan sesuai kebijakan jurnal dan lembaga penerbit.
Selain itu, peserta mempelajari teknik audit referensi untuk memastikan keberadaan dan ketepatan sumber yang mereka gunakan. Langkah tersebut penting karena AI dapat menghasilkan judul artikel, nama penulis, atau informasi bibliografis yang tidak akurat.
Oleh karena itu, peneliti harus memeriksa setiap referensi melalui sumber asli, basis data ilmiah, atau laman resmi penerbit. Pemeriksaan tersebut membantu peneliti menghindari sitasi palsu sekaligus menjaga kredibilitas karya ilmiah.
Melalui workshop ini, Departemen Akuntansi FEB Unpad mendorong para dosen dan peneliti untuk meningkatkan produktivitas publikasi. Namun, peningkatan produktivitas harus tetap berjalan bersama prinsip kehati-hatian, transparansi, dan integritas akademik.
Pada akhirnya, integrasi AI dalam riset akuntansi harus memperkuat kualitas penelitian, bukan sekadar mempercepat penyelesaian pekerjaan. Penguasaan teknologi, kemampuan metodologis, dan tanggung jawab akademik menjadi fondasi untuk menghasilkan publikasi yang kredibel serta mampu bers









