Sabtu, 29 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
Berita Pajak
  • Beranda
  • Info
    • Hot Issues
    • Regulasi
      • Kepabeanan & Cukai
      • Pajak Daerah
      • Pajak Pusat
    • Sinopsis Buku
      • Buku Kepabeanan & Cukai
      • Buku Pajak Daerah
      • Buku Pajak Pusat
  • Liputan
    • Akademisi
    • Komunitas
    • Pemerintah
    • Praktisi
    • Renjani
  • Opini
    • Pasca Sarjana
    • Profesional
    • Profesi Akuntan
    • Sarjana/Diploma
    • SMA/SMK
  • Diskusi
    • Kelas Pajak
    • Q & A
    • Tips & Trik
  • Sisi Lain
    • Hobi
    • Inspirasi Dunia
    • UMKM
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pajak
  • Beranda
  • Info
    • Hot Issues
    • Regulasi
      • Kepabeanan & Cukai
      • Pajak Daerah
      • Pajak Pusat
    • Sinopsis Buku
      • Buku Kepabeanan & Cukai
      • Buku Pajak Daerah
      • Buku Pajak Pusat
  • Liputan
    • Akademisi
    • Komunitas
    • Pemerintah
    • Praktisi
    • Renjani
  • Opini
    • Pasca Sarjana
    • Profesional
    • Profesi Akuntan
    • Sarjana/Diploma
    • SMA/SMK
  • Diskusi
    • Kelas Pajak
    • Q & A
    • Tips & Trik
  • Sisi Lain
    • Hobi
    • Inspirasi Dunia
    • UMKM
  • Login
No Result
View All Result
Berita Pajak
No Result
View All Result
  • Info
  • Liputan
  • Opini
  • Diskusi
  • Sisi Lain

Beranda › Opini Pajak › Profesi Akuntan › PPh Final 0,5% UMKM Berlanjut Tanpa Batas Waktu, Apa Dampaknya bagi Pelaku Usaha?

Hara Ifri Situmorang Dan Yusfidah

Hara Ifri Situmorang Dan Yusfidah

Penyuluh Pajak KPP Pratama Jakarta Pasar Minggu

Opini Pajak Profesi Akuntan

PPh Final 0,5% UMKM Berlanjut Tanpa Batas Waktu, Apa Dampaknya bagi Pelaku Usaha?

PP Nomor 20 Tahun 2026 memberikan kepastian baru bagi UMKM melalui penghapusan batas waktu penggunaan tarif PPh Final 0,5% sekaligus memperketat pengaturan batas omzet agar fasilitas tetap tepat sasaran.

28 Agu 2026 20:36 WIB
0
A A
0
PPh Final 0,5% UMKM Berlanjut Tanpa Batas Waktu, Apa Dampaknya bagi Pelaku Usaha?

Foto Ilustrasi (AI): PPh Final 0,5 persen bagi UMKM berdasarkan PP Nomor 20 Tahun 2026.

0
SHARES
5
VIEWS

Bagi banyak pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kepastian mengenai perlakuan pajak menjadi salah satu faktor penting dalam menyusun strategi bisnis jangka panjang.

Pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 20 Tahun 2026 sebagai perubahan atas PP Nomor 55 Tahun 2022 memberikan sejumlah penyesuaian terhadap ketentuan Pajak Penghasilan (PPh) bagi Wajib Pajak dengan peredaran bruto tertentu.

Salah satu perubahan yang menjadi perhatian utama adalah penghapusan batas waktu pemanfaatan tarif PPh Final sebesar 0,5% bagi Wajib Pajak tertentu sepanjang masih memenuhi kriteria yang ditetapkan.

Sebelumnya, penggunaan tarif PPh Final 0,5% memiliki batas waktu berdasarkan jenis subjek pajak. Ketentuan tersebut membuat sebagian pelaku usaha menghadapi kekhawatiran adanya peningkatan beban pajak ketika masa fasilitas berakhir.

Baca Juga

Pajak Minimum Global: Mampukah Indonesia Menjaga Kedaulatan Pajak di Tengah Persaingan Pajak Dunia?

Pajak Minimum Global: Mampukah Indonesia Menjaga Kedaulatan Pajak di Tengah Persaingan Pajak Dunia?

19 Agu 2026 WIB
8
Pajakmu Menjaga Kesehatan Mentalmu

Pajakmu Menjaga Kesehatan Mentalmu

17 Agu 2026 WIB
11
Coretax dan Ujian Penerimaan Teknologi dalam Kepatuhan Pajak

Coretax dan Ujian Penerimaan Teknologi dalam Kepatuhan Pajak

4 Jul 2026 WIB
50

Melalui perubahan ini, pemerintah memberikan ruang yang lebih besar bagi UMKM untuk menjaga stabilitas arus kas usaha sekaligus menyusun rencana pengembangan bisnis secara lebih panjang.

Namun, kemudahan tersebut tetap diimbangi dengan pengaturan yang lebih ketat mengenai batas peredaran bruto. Pemerintah memperkenalkan mekanisme agregasi penghasilan untuk memastikan fasilitas pajak hanya diberikan kepada pelaku usaha yang memang memenuhi kriteria UMKM.

Penghapusan Batas Waktu Tarif PPh Final 0,5%

Salah satu perubahan utama dalam PP Nomor 20 Tahun 2026 terdapat pada pengaturan mengenai jangka waktu penggunaan tarif PPh Final 0,5%.

Sebelumnya, berdasarkan PP Nomor 55 Tahun 2022, terdapat batas waktu pemanfaatan fasilitas tersebut, yaitu:

  • Wajib Pajak Orang Pribadi, Maksimal 7 Tahun Pajak, sedangkan di PP Nomor 20 Tahun 20226 Tidak dibatasi sepanjang memenuhi ketentuan
  • PT Perorangan, Maksimal 4 Tahun Pajak, sedangkan di PP Nomor 20 Tahun 2026 Tidak dibatasi sepanjang memenuhi ketentuan
    Penghapusan batas waktu tersebut memberikan kepastian lebih besar bagi pelaku usaha.

Selama peredaran bruto tahunan tetap berada dalam batas yang ditentukan, yaitu tidak melebihi Rp4,8 miliar, Wajib Pajak tetap dapat memanfaatkan tarif PPh Final 0,5%.

Bagi UMKM, perubahan ini memberikan kepastian dalam perencanaan keuangan karena pelaku usaha tidak lagi menghadapi potensi kenaikan tarif hanya karena berakhirnya periode fasilitas pajak.

Namun, pemerintah tetap memastikan bahwa fasilitas ini tidak digunakan oleh usaha yang sebenarnya sudah berkembang melampaui kategori UMKM.

Penghitungan Omzet Menggunakan Mekanisme Agregasi

Selain menghapus batas waktu, PP Nomor 20 Tahun 2026 juga memperkenalkan pendekatan baru dalam menentukan apakah Wajib Pajak masih memenuhi kategori peredaran bruto tertentu.

Melalui mekanisme agregasi, pemerintah menghitung keseluruhan penghasilan yang diterima Wajib Pajak untuk menentukan apakah batas Rp4,8 miliar masih terpenuhi.

Kebijakan ini bertujuan mencegah praktik firm splitting, yaitu memecah suatu kegiatan usaha besar menjadi beberapa entitas kecil agar tetap dapat menikmati fasilitas pajak UMKM.

Contohnya, seorang Wajib Pajak memiliki beberapa sumber penghasilan:

Tuan A

* Usaha toko bahan pangan: Rp2 miliar
* Jasa penceramah: Rp1,5 miliar
* Jasa konstruksi: Rp1 miliar

Total penghasilan: Rp4,5 miliar

Karena total agregasi masih di bawah Rp4,8 miliar, penghasilan dari usaha toko bahan pangan masih dapat menggunakan tarif PPh Final 0,5% sepanjang memenuhi ketentuan.

Sementara itu:

Tuan B

* Usaha toko bahan pangan: Rp2 miliar
* Jasa penceramah: Rp1,5 miliar
* Jasa konstruksi: Rp2,5 miliar

Total penghasilan: Rp6 miliar

Karena total agregasi melebihi Rp4,8 miliar, Wajib Pajak tersebut tidak lagi memenuhi kriteria peredaran bruto tertentu. Oleh karena itu, penghasilan dari usaha toko bahan pangan tidak dapat menggunakan tarif PPh Final 0,5%.

Dengan mekanisme ini, pemerintah berupaya memastikan fasilitas pajak diberikan kepada pelaku usaha yang benar-benar berada dalam skala UMKM.

Penegasan atas Pekerjaan Bebas dan Profesi Modern

Perubahan lainnya berkaitan dengan penegasan mengenai jenis penghasilan yang tidak dapat menggunakan tarif PPh Final 0,5%.

Ketentuan ini menjadi penting seiring berkembangnya profesi berbasis keahlian seperti konsultan, tenaga ahli, profesional independen, dan pekerja kreatif digital.

Apabila seseorang menjalankan kegiatan yang pada hakikatnya merupakan pekerjaan bebas berdasarkan keahlian pribadi, maka penghasilan tersebut tidak dapat diperlakukan sebagai usaha UMKM biasa.

Pemerintah juga menegaskan bahwa pendirian PT Perorangan tidak dapat digunakan sebagai sarana untuk mengubah karakter pekerjaan bebas menjadi badan usaha yang memperoleh fasilitas tarif PPh Final 0,5%.

Sebagai contoh, seorang profesional yang mendirikan PT Perorangan tetapi kegiatan utamanya tetap memberikan jasa sesuai keahlian pribadinya tidak otomatis memperoleh fasilitas tarif UMKM.

Ketentuan ini bertujuan menjaga agar fasilitas pajak tidak dimanfaatkan di luar tujuan awalnya.

Ketentuan Peralihan Memberikan Kepastian bagi Wajib Pajak

Selain perubahan utama tersebut, PP Nomor 20 Tahun 2026 juga memberikan beberapa ketentuan peralihan.

Pertama, bagi koperasi yang telah terdaftar sebelum berlakunya aturan baru dan masa penggunaan fasilitasnya berakhir pada 2024, diberikan kesempatan untuk tetap menggunakan tarif PPh Final 0,5% sampai Tahun Pajak 2029 sepanjang memenuhi persyaratan.

Kedua, Surat Keterangan (Suket) yang telah diterbitkan untuk pemanfaatan tarif PPh Final 0,5% tetap berlaku sepanjang Wajib Pajak masih memenuhi kriteria yang ditentukan.

Ketiga, bagi pemilik PT Perorangan yang sebelumnya menghadapi batas waktu pemanfaatan fasilitas, penghapusan batas waktu memberikan kepastian hukum baru sepanjang tetap memenuhi persyaratan peredaran bruto tertentu.

Menjaga Keseimbangan antara Kemudahan dan Keadilan Pajak

PP Nomor 20 Tahun 2026 menunjukkan upaya pemerintah mencari keseimbangan antara memberikan kemudahan bagi UMKM dan menjaga agar fasilitas pajak tetap tepat sasaran.

Penghapusan batas waktu tarif PPh Final 0,5% memberikan ruang bagi pelaku usaha kecil untuk tumbuh secara lebih stabil tanpa tekanan kenaikan tarif akibat faktor administratif.

Namun, penerapan mekanisme agregasi menunjukkan bahwa pemerintah tetap berupaya mencegah penyalahgunaan fasilitas oleh pihak yang sebenarnya sudah berada di luar kategori UMKM.

Dengan demikian, kebijakan ini tidak hanya memberikan kemudahan, tetapi juga memperkuat prinsip keadilan dalam sistem perpajakan.

Perubahan melalui PP Nomor 20 Tahun 2026 memberikan arah baru bagi perpajakan UMKM di Indonesia. Penghapusan batas waktu penggunaan tarif PPh Final 0,5% memberikan kepastian yang lebih besar bagi pelaku usaha dalam menyusun strategi bisnis jangka panjang.

Di sisi lain, penguatan aturan mengenai agregasi penghasilan dan pekerjaan bebas menunjukkan bahwa pemerintah tetap menjaga agar fasilitas tersebut diberikan kepada pihak yang benar-benar membutuhkan.

Ke depan, tantangan terbesar bukan hanya memastikan regulasi berjalan dengan baik, tetapi juga meningkatkan literasi perpajakan pelaku UMKM agar mampu memahami hak dan kewajibannya.

Pajak bukan hanya kewajiban administratif, tetapi bagian dari ekosistem usaha yang sehat. Dengan sistem yang sederhana, adil, dan memberikan kepastian hukum, UMKM dapat berkembang sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi nasional.

Editor
Dedi Sugianto Diperbarui pada 28 Agu 2026 20:36 WIB
Tags: pajak UMKMPerpajakan UMKMPP Nomor 20 Tahun 2026PPh Final UMKMTarif PPh 0.5%
ShareTweetShareSendShareShare
Subscribe
Notify of
guest
guest
0 Comments
Most Voted
Newest Oldest

TERPOPULER

  • IAI Wilayah Jabar Soroti Strategi Pelaporan Pajak Dokter pada Era Coretax

    Implementasi PPh Pasal 26 SPLN Non BUT di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Reformasi Perpajakan Indonesia: Antara Modernisasi Sistem dan Tantangan Keadilan Pajak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Akuntansi Forensik Pajak 5.0 : Mengungkap Strategi Pajak dan Deteksi Kecurangan di Era Digital

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bedah Kasus Pengkreditan PPN Masukan: Tren dan Implikasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pajak Daerah dan APBD Jabar dalam Perspektif UU HKPD

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TERBARU

Pajak Minimum Global: Babak Baru Mengakhiri Persaingan Tarif Pajak Antarnegara

Pajak Minimum Global: Babak Baru Mengakhiri Persaingan Tarif Pajak Antarnegara

28 Agu 2026 WIB
PPh Final 0,5% UMKM Berlanjut Tanpa Batas Waktu, Apa Dampaknya bagi Pelaku Usaha?

PPh Final 0,5% UMKM Berlanjut Tanpa Batas Waktu, Apa Dampaknya bagi Pelaku Usaha?

28 Agu 2026 WIB
Mengapa Wajib Pajak Masih Enggan Membayar Pajak? Memahami Penyebab dan Upaya Meningkatkan Kepatuhan

Mengapa Wajib Pajak Masih Enggan Membayar Pajak? Memahami Penyebab dan Upaya Meningkatkan Kepatuhan

26 Agu 2026 WIB
Pajak Minimum Global: Mengakhiri Era Perlombaan Tarif Pajak Dunia

Pajak Minimum Global: Mengakhiri Era Perlombaan Tarif Pajak Dunia

26 Agu 2026 WIB
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta: Solusi Kepatuhan atau Insentif bagi Penunggak?

Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta: Solusi Kepatuhan atau Insentif bagi Penunggak?

26 Agu 2026 WIB

TOPIK

  • Akademisi
  • Buku Pajak Pusat
  • Diskusi Pajak
  • Hobi
  • Hot Issues
  • Info Pajak
  • Inspirasi Dunia
  • Kelas Pajak
  • Kepabeanan & Cukai
  • Komunitas
  • Liputan Pajak
  • Opini Pajak
  • Pajak Daerah
  • Pajak Pusat
  • Pasca Sarjana
  • Pemerintah
  • Praktisi
  • Profesi Akuntan
  • Profesional
  • Q & A
  • Regulasi
  • Renjani
  • Sarjana/Diploma
  • Sinopsis Buku
  • Sisi Lain Pajak
  • UMKM


Berita Pajak

Beritapajak.com adalah media online independen yang menyajikan berita, analisis, dan edukasi perpajakan secara akurat, aktual, dan terpercaya, sebagai sumber literasi pajak yang kredibel di tengah dinamika kebijakan fiskal.

TERBARU

Pajak Minimum Global: Babak Baru Mengakhiri Persaingan Tarif Pajak Antarnegara

Pajak Minimum Global: Babak Baru Mengakhiri Persaingan Tarif Pajak Antarnegara

28 Agu 2026 WIB
PPh Final 0,5% UMKM Berlanjut Tanpa Batas Waktu, Apa Dampaknya bagi Pelaku Usaha?

PPh Final 0,5% UMKM Berlanjut Tanpa Batas Waktu, Apa Dampaknya bagi Pelaku Usaha?

28 Agu 2026 WIB
Mengapa Wajib Pajak Masih Enggan Membayar Pajak? Memahami Penyebab dan Upaya Meningkatkan Kepatuhan

Mengapa Wajib Pajak Masih Enggan Membayar Pajak? Memahami Penyebab dan Upaya Meningkatkan Kepatuhan

26 Agu 2026 WIB

TERPOPULER

  • IAI Wilayah Jabar Soroti Strategi Pelaporan Pajak Dokter pada Era Coretax

    Implementasi PPh Pasal 26 SPLN Non BUT di Indonesia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Reformasi Perpajakan Indonesia: Antara Modernisasi Sistem dan Tantangan Keadilan Pajak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

TENTANG


  • Tentang Kami

  • Iklan & Kerja Sama

  • Ketentuan Penggunaan

  • Kebijakan Data Pribadi

  • Pedoman Media Siber

  • Hubungi Kami
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami

© 2026 www.beritapajak.com

Welcome Back!

Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Info
    • Hot Issues
    • Regulasi
      • Kepabeanan & Cukai
      • Pajak Daerah
      • Pajak Pusat
    • Sinopsis Buku
      • Buku Kepabeanan & Cukai
      • Buku Pajak Daerah
      • Buku Pajak Pusat
  • Liputan
    • Akademisi
    • Komunitas
    • Pemerintah
    • Praktisi
    • Renjani
  • Opini
    • Pasca Sarjana
    • Profesional
    • Profesi Akuntan
    • Sarjana/Diploma
    • SMA/SMK
  • Diskusi
    • Kelas Pajak
    • Q & A
    • Tips & Trik
  • Sisi Lain
    • Hobi
    • Inspirasi Dunia
    • UMKM
  • Tentang
    • Tentang Kami
    • Iklan & Kerja Sama
    • Ketentuan Penggunaan
    • Kebijakan Data Pribadi
    • Pedoman Media Siber
    • Hubungi Kami
  • Login

© 2026 www.beritapajak.com

wpDiscuz